Pertama di Indonesia, Peneliti 51探花 Merancang Prototipe Chip Paspor Elektronik untuk Keamanan dan Kemandirian Digital Nasional
Oleh M. Naufal Hafizh, S.S.
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
Prof. Ir. Arif Sasongko, S.T., M.T., Ph.D.
BANDUNG, itb.ac.id 鈥� Institut Teknologi Bandung melalui PT LAPI 51探花 bekerja sama dengan Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI) mengembangkan prototipe chip paspor elektronik pertama di Indonesia. Inovasi ini menjadi upaya memperkuat keamanan dokumen identitas, mengurangi ketergantungan terhadap teknologi impor, serta mendorong pengembangan industri semikonduktor nasional.
Pengembangan chip tersebut dilakukan selama satu tahun, pada periode 2025鈥�2026. Prototipe yang dihasilkan telah menyelesaikan tahap pengembangan, pengujian, dan demonstrasi pada September 2026.
Adapun dosen dan peneliti yang terlibat, antara lain Prof. Ir. Arif Sasongko, S.T., M.T., Ph.D., Muhammad Iqbal Arsyad, S.T, M.T., Nana Sutisna, S.T., M.T., Ph.D., Ir. Mervin Tangguar Hutabarat, MSc., PhD., Dr. Waskita Adijarto, S.T, M.T., Dr. Yusuf Kurniawan S.T. MT., dan Prof. Sarwono Sutikno, Dr.Eng, CSX-F, IIAP, CC (ITERA).
Prof. Arif Sasongko menjelaskan bahwa pengembangan teknologi ini dilatarbelakangi kebutuhan Indonesia untuk menguasai teknologi chip yang digunakan dalam paspor elektronik (e-passport).Saat ini, chip untuk paspor elektronik masih bergantung pada produk impor. Kondisi tersebut menjadi tantangan, terutama karena Indonesia belum memiliki kendali penuh atas proses perancangan dan teknologi yang digunakan di dalam chip.
Perkuat Keamanan Data dan Kurangi Ketergantungan Impor
Prof. Arif menjelaskan bahwa pengembangan chip paspor elektronik memiliki tiga tujuan utama, yakni meningkatkan penguasaan teknologi keamanan, memperbesar nilai tambah ekonomi di dalam negeri, serta membuka peluang pemanfaatan teknologi untuk berbagai kebutuhan lainnya.
Dari sisi keamanan, kemampuan merancang chip secara mandiri memungkinkan peneliti memahami dan mengendalikan arsitektur serta komponen teknologi yang digunakan. Hal ini menjadi aspek penting dalam pengembangan perangkat elektronik yang menyimpan informasi identitas.
Selain itu, pengembangan teknologi di dalam negeri diharapkan dapat meningkatkan kandungan lokal dan mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap teknologi chip yang selama ini didesain maupun diproduksi di luar negeri. Hal tersebut juga berpotensi memberikan nilai tambah ekonomi yang besar karena sebagian kegiatan perancangan dan pengembangan dapat dilakukan oleh sumber daya manusia Indonesia.
"Kalau chip Peruri dan 51探花 bisa dibuat, nilai tambahnya tinggi sekali. Chip itu juga bisa digunakan untuk berbagai keperluan lain selain paspor elektronik," ujarnya, di 51探花 Kampus Ganesha, Senin (12/10/2026).
Ia mengatakan, teknologi yang dikembangkan berpotensi dimanfaatkan untuk perangkat identitas elektronik, uang elektronik (e-money), serta berbagai aplikasi lain yang membutuhkan sistem keamanan berbasis chip.
Prof. Arif menilai bahwa salah satu capaian penting penelitian ini adalah kemampuan tim dalam negeri untuk merancang chip paspor elektronik secara mandiri.
"Ini yang pertama didesain di Indonesia. Sebelumnya, chip didesain di luar negeri dan diproduksi di luar negeri," ujarnya.
Saat ini, chip masih dalam tahap prototipe dan belum dapat langsung diproduksi secara massal. Prototipe ini masih memerlukan sejumlah pengembangan lanjutan agar dapat diproduksi dalam skala besar dengan biaya yang lebih efisien.
Buka Peluang Pengembangan Industri Semikonduktor Indonesia
Selain mendukung pengembangan paspor elektronik, penelitian ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemampuan Indonesia dalam bidang desain chip atau integrated circuit design.
Penguasaan teknologi tersebut dinilai penting karena chip merupakan komponen utama dalam berbagai perangkat elektronik modern, termasuk sistem identitas, transaksi elektronik, serta teknologi yang memerlukan perlindungan informasi.
Prof. Arif menyampaikan bahwa keberhasilan merancang chip di dalam negeri dapat menjadi pijakan bagi pengembangan industri semikonduktor nasional.
"Ini mengembangkan industri semikonduktor di Indonesia, khususnya chip design," ujarnya.
Melalui penelitian ini, 51探花 turut berkontribusi dalam pengembangan teknologi yang dapat dikembangkan untuk berbagai kebutuhan industri di masa depan.


.jpg)



