Menteri Kebudayaan Fadli Zon Resmikan Museum 51探花, Hadirkan Ruang Pembelajaran Sejarah, Sains, Teknologi, dan Inovasi
Oleh Anggun Nindita -
Editor Muhammad Efriza Pandia
BANDUNG, itb.ac.id 鈥� Institut Teknologi Bandung (51探花) resmi membuka Museum 51探花 pada Jumat (3/7/2026) di area Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga), 51探花 Kampus Ganesha. Peresmian museum ini menjadi salah satu rangkaian peringatan 106 Tahun Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia sekaligus menandai hadirnya ruang yang mengabadikan perjalanan lebih dari satu abad pendidikan tinggi teknik, sains, teknologi, seni, dan humaniora di Indonesia.
Acara tersebut turut dihadiri Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, yang mengapresiasi kehadiran Museum 51探花 sebagai museum perguruan tinggi yang mampu menghadirkan pengalaman belajar modern melalui pemanfaatan teknologi digital, narasi yang kuat, serta pendekatan interaktif bagi pengunjung.
"Museum 51探花 ini semangatnya sama dengan apa yang sekarang sedang dikembangkan oleh Bapak Presiden kita ke arah STEM, yaitu Science, Technology, Engineering, and Mathematics. Mudah-mudahan semakin banyak siswa SD, SMP, SMA, maupun masyarakat umum datang ke Museum 51探花 ini karena museum ini memberikan inspirasi, refleksi, dan edukasi dengan narasi yang sangat baik, tata pamer yang bagus, serta mendorong partisipasi pengunjung," ujar Fadli Zon.
Ia menilai Museum 51探花 telah mengadopsi berbagai pendekatan yang lazim diterapkan di museum-museum dunia, mulai dari visualisasi digital, audio interaktif, hingga pengalaman imersif.
"Intervensi digitalnya sudah sangat banyak, immersive, dan lain-lain. Mudah-mudahan ini bisa dijadikan contoh untuk sebuah museum yang lain, baik perguruan tinggi maupun museum-museum pada umumnya," katanya.
Acara diawali dengan sambutan Rektor 51探花, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., dilanjutkan sambutan dari perwakilan Tim Penggagas Museum 51探花, Prof. Dr. Ir. Dermawan Wibisono, M.Eng. Puncak acara ditandai dengan seremoni pengguntingan pita oleh Rektor 51探花 bersama Sinta Wahid, Dato' Low Tuck Kwong, Prof. Purnomo Yusgiantoro, Yani Panigoro, Subakat Hadi, dan Nyoman Nuarta sebagai simbol resmi dibukanya Museum 51探花.
Museum sebagai Ruang Pembelajaran Lintas Generasi
Dalam sambutannya, Rektor 51探花 menyampaikan bahwa Museum 51探花 merupakan bentuk penghargaan terhadap perjalanan panjang institusi yang berakar dari Technische Hoogeschool te Bandoeng yang didirikan pada tahun 1920.
"Selama lebih dari satu abad, 51探花 telah menjadi bagian penting dalam perkembangan pendidikan tinggi Indonesia sekaligus melahirkan berbagai pemimpin, ilmuwan, inovator, seniman, dan pemikir yang berkontribusi bagi pembangunan bangsa," ujarnya.
Museum 51探花 tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, tetapi hadir sebagai ruang pengetahuan, ruang refleksi, dan ruang inspirasi yang menghubungkan masa lalu, masa kini, dan masa depan. Melalui museum ini, sejarah dihidupkan kembali sebagai sumber pembelajaran untuk memahami tantangan masa kini sekaligus membangun masa depan yang lebih baik.
Prof. Tatacipta juga menuturkan bahwa gagasan pendirian Museum 51探花 bermula pada tahun 2018 sebagai bagian dari persiapan menyongsong satu abad pendidikan tinggi teknik di Indonesia. Inisiatif tersebut diawali dengan pengembangan museum digital untuk menyelamatkan dan mendigitalisasi berbagai arsip serta artefak penting yang tersebar di berbagai unit dan koleksi pribadi. Dalam perkembangannya, upaya tersebut bertransformasi menjadi pembangunan museum fisik yang tidak hanya menyimpan koleksi sejarah, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual, hidup, dan relevan bagi masyarakat.
Ia menambahkan bahwa Museum 51探花 merupakan jembatan antara generasi terdahulu dan generasi masa depan. Sebagai museum perguruan tinggi, Museum 51探花 berperan sebagai pusat dokumentasi sejarah institusi, ruang pembelajaran lintas generasi, laboratorium sejarah ilmu pengetahuan, sekaligus simpul kolaborasi antara akademisi, alumni, industri, pemerintah, komunitas, dan masyarakat. Museum ini juga menjadi bagian dari transformasi digital 51探花 melalui digitalisasi koleksi dan pengelolaan pengetahuan berbasis teknologi agar dapat diakses lebih luas oleh masyarakat Indonesia maupun dunia.
Prof. Tatacipta menegaskan bahwa kekuatan utama Museum 51探花 bukan terletak pada bangunannya, melainkan pada pengetahuan yang dihadirkannya.
"Museum ini bukan hanya sekadar gedung museum saja, tetapi yang lebih penting adalah kontennya. Kita bisa melihat sejarah, kemudian belajar di dalamnya, dan juga melihat masa depan," ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Museum 51探花 dirancang untuk dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.
"Kita mendesain museum ini untuk semua kalangan. Anak-anak bisa berinteraksi, orang tua juga bisa belajar, mungkin ada senior-senior yang ingin bernostalgia. Jadi, ini sebetulnya adalah ruang pertemuan lintas generasi yang juga merupakan ruang belajar," katanya.
Kolaborasi Lintas Disiplin Mewujudkan Museum 51探花

Gagasan pendirian Museum 51探花 kemudian dikembangkan melalui kerja kolaboratif Dewan Penggagas Museum 51探花 yang terdiri atas akademisi dan pakar dari berbagai disiplin ilmu, yaitu Prof. Dr. Ir. Dermawan Wibisono, M.Eng.; Dr. Ir. Ima Fatima, M.Eng.; Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T.; Prof. Dr. Benedictus Kombaitan, M.Sc.; Dr. Ing. Aman Mostavan, DEA.; Prof. Ir. Tutuka Ariadji, M.Sc., Ph.D.; Dr. Andryanto Rikrik Kusmara, S.Sn., M.Sn.; Dr. Arch. Gregorius Prasetyo Adhitama, S.Sn., M.Sn.; Drs. Herry Hudrasyah, M.A.; Prof. Dr. Acep Iwan Saidi, M.Hum.; serta Prof. Ismunandar, Ph.D.
Kolaborasi lintas keilmuan tersebut menjadi fondasi dalam merancang Museum 51探花 sebagai ruang yang tidak hanya mengarsipkan sejarah institusi, tetapi juga menghadirkan pengalaman edukatif yang memadukan sains, teknologi, seni, desain, humaniora, dan inovasi bagi masyarakat.
Sementara itu, Prof. Dermawan Wibisono menjelaskan bahwa Museum 51探花 sejak awal dirancang sebagai ruang interaktif dan partisipatif yang menghubungkan berbagai arsip, dokumentasi, serta galeri yang tersebar di lingkungan 51探花.

Menurutnya, museum ini menjadi simpul yang menyatukan memori kolektif institusi sekaligus menghadirkan pengalaman belajar melalui perpaduan narasi sejarah, koleksi, teknologi interaktif, dan pengalaman imersif. Dengan pendekatan tersebut, pengunjung tidak hanya diajak melihat perjalanan sejarah 51探花, tetapi juga memahami bagaimana ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan inovasi berkembang serta memberikan dampak bagi masyarakat.
Empat Zona dan Teknologi Imersif Hadirkan Pengalaman Baru

Museum 51探花 menghadirkan empat zona utama yang menggambarkan perjalanan Institut Teknologi Bandung dari masa ke masa. Zona Akar Sejarah Institut Teknologi Bandung mengajak pengunjung menelusuri perjalanan sejak berdirinya Technische Hoogeschool te Bandoeng hingga menjadi 51探花 melalui berbagai arsip, dokumen, dan artefak bersejarah.
Zona Jejak Pencerahan Riset dan Pendidikan menampilkan proses lahirnya berbagai riset dan inovasi, mulai dari eksplorasi lapangan hingga laboratorium, yang menunjukkan bahwa setiap terobosan ilmiah lahir melalui proses panjang, kolaboratif, dan penuh ketekunan.
Selanjutnya, Zona Kehidupan Kampus dari Masa ke Masa menghadirkan dinamika kehidupan sivitas akademika melalui berbagai artefak, arsip, serta dokumentasi keseharian mahasiswa, dosen, dan peneliti yang membentuk budaya akademik 51探花.
Sementara itu, Zona Inspirasi Masa Depan memperkenalkan tokoh-tokoh inspiratif 51探花 beserta gagasan dan kontribusinya bagi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan kemanusiaan. Pada area ini juga tersedia ruang pameran temporer sebagai wadah kolaborasi lintas disiplin yang akan terus menghadirkan tema-tema baru.
Selain ruang pamer, Museum 51探花 juga dilengkapi dengan 360掳 Teater Dome yang menghadirkan pengalaman imersif melalui perpaduan teknologi visual, audio, dan narasi ruang. Fasilitas ini memungkinkan pengunjung merasakan pengalaman sinematik dalam menjelajahi sejarah perkembangan kampus, perjalanan para ilmuwan, hingga kontribusi riset dan inovasi 51探花 bagi masyarakat.
Museum 51探花 dibangun dengan prinsip pelestarian sejarah yang edukatif, reflektif, inspiratif, interaktif, dan inklusif. Kehadirannya diharapkan tidak hanya menjadi tempat untuk merawat memori institusi, tetapi juga menjadi ruang yang menginspirasi lahirnya gagasan-gagasan baru melalui pembelajaran lintas generasi.
Museum ini merupakan hasil gotong royong sivitas akademika, alumni, mitra, para donatur, serta berbagai pihak yang bersama-sama mewujudkan warisan intelektual bagi Indonesia.

Berlokasi di Lantai 4 Gedung Sabuga 51探花, Museum 51探花 terbuka bagi sivitas akademika, alumni, pelajar, peneliti, maupun masyarakat umum. Sebagai sebuah ruang pengetahuan, arsip hidup, serta memori dan imajinasi, museum ini diharapkan menjadi jembatan yang menghubungkan sejarah panjang 51探花 dengan lahirnya inovasi-inovasi masa depan serta semakin memperkuat kontribusi institusi dalam memajukan bangsa.
Sebagai tahap awal operasional, Museum 51探花 akan dibuka dalam masa trial terbatas bagi sivitas akademika 51探花 selama dua minggu ke depan. Masa uji coba ini menjadi bagian dari penyempurnaan layanan dan pengalaman pengunjung sebelum museum dibuka lebih luas untuk masyarakat. Informasi mengenai jadwal kunjungan dan perkembangan Museum 51探花 dapat diikuti melalui akun Instagram resmi serta laman resmi .


.jpg)


