PAB IOM 51探花 2026, Perkuat Sinergi Kampus dan Orang Tua Agar Tidak Ada Mimpi yang Terhenti
Oleh Anggun Nindita -
Editor Muhammad Efriza Pandia
BANDUNG, itb.ac.id 鈥� Ikatan Orang Tua Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (IOM 51探花) menyelenggarakan Penyambutan Anggota Baru (PAB) IOM 51探花 2026 di Aula Barat, 51探花 Kampus Ganesha, Rabu (5/8/2026). Mengusung tema "Agar Tidak Ada Mimpi yang Terhenti鈥�, kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi sekaligus penguatan kolaborasi antara kampus, orang tua, alumni, dunia usaha, dan masyarakat dalam mendukung keberhasilan studi mahasiswa
Acara diawali dengan pengenalan pimpinan 51探花 dan para dekan dari 12 fakultas dan sekolah. Pengenalan tersebut diharapkan membuka ruang komunikasi yang lebih dekat antara orang tua dan pengelola pendidikan di 51探花, terutama ketika mahasiswa menghadapi berbagai tantangan selama menjalani perkuliahan.
Sinergi Kampus dan Orang Tua Mendampingi Mahasiswa
Rektor 51探花, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menekankan pentingnya komunikasi dan pendampingan bersama terhadap mahasiswa. Fakultas, program studi, dan para dosen tidak hanya memberikan layanan akademik, tetapi juga mendampingi mahasiswa ketika menghadapi persoalan teknis maupun nonteknis.
Menurutnya, masa Tahap Persiapan Bersama atau TPB menjadi periode penting bagi mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan lingkungan, budaya belajar, dan kehidupan kampus. "Dalam proses tersebut, mahasiswa dapat menghadapi persoalan akademik, kesehatan mental, kesepian, gegar budaya, hingga tekanan akibat ekspektasi keluarga," kata Rektor 51探花.
Oleh karena itu, pendampingan mahasiswa membutuhkan kepedulian dan komunikasi yang selaras antara kampus dan orang tua. Rektor menyampaikan apresiasi atas partisipasi para orang tua serta berharap seluruh mahasiswa baru dapat menjalani perkuliahan dengan lancar, berkembang sesuai potensinya, dan menyelesaikan studi tepat waktu.
Pendidikan sebagai Investasi Jangka Panjang
Mendiktisaintek RI, Prof. Brian Yuliarto, menyampaikan bahwa bantuan pendidikan merupakan bentuk kepercayaan sekaligus investasi jangka panjang kepada generasi muda. Dampak dari investasi tersebut tidak berhenti ketika penerima menyelesaikan pendidikan, tetapi akan terus dirasakan melalui kontribusi yang mereka berikan kepada masyarakat dan bangsa.
"Bahwa pembangunan pendidikan berkualitas tidak dapat dilakukan oleh satu pihak. Pemerintah, perguruan tinggi, orang tua, alumni, dunia usaha, dan masyarakat perlu berjalan bersama untuk memastikan anak-anak Indonesia yang memiliki potensi memperoleh kesempatan yang setara," ujar Mendiktisaintek.
Bagi mahasiswa, bantuan pendidikan harus diterima sebagai sebuah amanah. Keberhasilan dalam jangka panjang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh karakter, integritas, serta kesediaan untuk meneruskan kebaikan kepada generasi berikutnya.
Semangat tersebut sejalan dengan konsep pay it forward, yakni ketika mahasiswa yang memperoleh kesempatan dan kemudian berhasil diharapkan dapat membantu mahasiswa lain pada masa mendatang.
"Dengan demikian, rantai kesempatan untuk belajar, berkembang, dan mewujudkan cita-cita dapat terus berlanjut," ungkapnya.
IOM 51探花 Dukung Pendidikan dan Kesejahteraan Mahasiswa
Sementara itu, Ketua Umum IOM 51探花, Hendro Setyanto, S.Si., M.Si., mengatakan bahwa kegiatan PAB menandai bergabungnya mahasiswa baru dan para orang tua ke dalam keluarga besar 51探花.
"IOM 51探花 diharapkan menjadi wadah yang mempertemukan kepedulian orang tua dengan kebutuhan mahasiswa selama menempuh Pendidikan," tuturnya.
Didirikan sejak tahun 1968, IOM 51探花 berperan sebagai mitra strategis kampus dalam mendukung kesejahteraan mahasiswa. Dukungan tersebut mencakup bantuan Uang Kuliah Tunggal, biaya hidup, laptop, penyelesaian tugas akhir, kesehatan, kedukaan, serta Program Orang Tua Asuh.
Sepanjang 2017鈥�2025, IOM 51探花 telah menyalurkan bantuan senilai Rp7,37 miliar kepada 1.823 mahasiswa. Penyaluran tersebut dilengkapi laporan keuangan yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik sebagai bagian dari komitmen terhadap transparansi dan akuntabilitas.
Pada kesempatan tersebut, IOM 51探花 juga mengajak para orang tua, alumni, serta masyarakat untuk berpartisipasi dalam Program Paket Bantuan IOM yang mengusung semangat "Agar Tidak Ada Mimpi yang Terhenti". Program ini ditujukan untuk membantu mahasiswa 51探花 yang mengalami kendala finansial sehingga tetap dapat melanjutkan pendidikannya.
Paket bantuan yang ditawarkan meliputi bantuan UKT sebesar Rp12,5 juta per semester bagi 100 mahasiswa, bantuan penyelesaian tugas akhir sebesar Rp1,5 juta bagi 50 mahasiswa, bantuan pembayaran asrama sebesar Rp1,8 juta untuk satu semester bagi 50 mahasiswa, serta Program Orang Tua Asuh (OTA) untuk biaya hidup sebesar Rp4,8 juta per semester bagi 100 mahasiswa.
Hendro menegaskan bahwa seluruh kontribusi disalurkan melalui mekanisme resmi IOM 51探花 sehingga dapat dikelola secara transparan dan akuntabel. Menurutnya, setiap bantuan yang diberikan merupakan bentuk gotong royong keluarga besar 51探花 untuk memastikan mahasiswa dapat menyelesaikan studi tanpa terkendala kondisi ekonomi.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan talkshow bersama Salman Subakat, S.T., yang membagikan inspirasi mengenai kepemimpinan, kepedulian, serta peran dunia usaha dalam memperluas akses pendidikan. Talkshow dipandu oleh dosen Teknik Metalurgi 51探花 sekaligus penerima Beasiswa IOM 51探花, Dr. Imam Santoso, S.T., M.Phil.
Melalui PAB IOM 51探花 2026, semangat gotong royong diharapkan semakin tumbuh di lingkungan keluarga besar 51探花. Kolaborasi yang kuat antara kampus dan orang tua menjadi fondasi penting agar setiap mahasiswa memiliki kesempatan untuk bertumbuh, menyelesaikan pendidikan, dan mewujudkan cita-citanya, agar tidak ada mimpi yang terhenti.







