Media Gathering SBM 51探花: Komitmen Berdampak melalui Lembaga Bisnis Berkelanjutan
Oleh M. Naufal Hafizh, S.S.
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
BANDUNG, itb.ac.id 鈥� Sekolah Bisnis dan Manajemen Institut Teknologi Bandung (SBM 51探花) menyelenggarakan sosialisasi Lembaga Bisnis Berkelanjutan di Gedung MBA 51探花, Senin (6/7/2026). Kegiatan yang dihadiri oleh Direktur Komunikasi dan Humas 51探花 Dr. N. Nurlaela Arief, MBA., IAPR., serta puluhan mitra media ini menjadi bagian dari upaya SBM 51探花 dalam memperkuat kontribusi pendidikan tinggi terhadap masyarakat, dunia usaha, pemerintah, serta pembangunan berkelanjutan.
Dekan SBM 51探花, Prof. Dr. Aurik Gustomo, S.T., M.T., dalam sambutannya menyampaikan bahwa SBM 51探花 terus membangun pola pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada lingkup nasional, tetapi juga mengarah pada terbentuknya international academic environment atau lingkungan akademik internasional.
Menurutnya, salah satu ciri lingkungan akademik internasional adalah meningkatnya jumlah mahasiswa asing. Tahun lalu, SBM 51探花 menerima 215 mahasiswa asing. Tahun ini, jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 400 mahasiswa, dengan mayoritas berasal dari Eropa.
鈥淗al ini menunjukkan bahwa SBM 51探花 mendapatkan pengakuan terhadap mutu pembelajaran dari perguruan tinggi di Eropa,鈥� ujarnya.
Prof. Aurik juga menyampaikan bahwa SBM 51探花 telah meraih akreditasi Unggul/A dari BAN-PT dan menjadi salah satu dari sedikit sekolah bisnis di dunia yang terakreditasi internasional oleh AACSB. Selain itu, tahun ini SBM 51探花 menghadirkan 15 profesor asing dari Jerman, Inggris, Jepang, dan Malaysia untuk mengajar di SBM 51探花.
Ia menjelaskan, semangat SBM Berdampak diwujudkan melalui Lembaga Bisnis Berkelanjutan. Melalui lembaga ini, SBM 51探花 berupaya memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, pemerintah, dan dunia bisnis. Salah satu contohnya adalah peningkatan kapasitas digital UMKM di kawasan PLTS Desa Cirata.
Di kawasan binaan tersebut, dosen, mahasiswa, dan mitra berkolaborasi untuk membangun masyarakat, sektor wisata, UMKM, serta ekosistem lokal agar selaras dengan pencapaian SDG 8, yaitu pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi. Selain di Cirata, berbagai inisiatif dampak sosial SBM 51探花 juga dilakukan di sejumlah lokasi lain, seperti program Social Forestry dan ekowisata di Garut, serta penguatan ekonomi lokal di Pasar Cihapit.
Kolaborasi SBM 51探花 tidak hanya dilakukan secara internal dengan berbagai fakultas dan sekolah di 51探花, tetapi juga bersama mitra nasional dan internasional. Dalam bidang pendidikan, SBM 51探花 memiliki kerja sama dengan sekitar 50 perguruan tinggi luar negeri melalui program student exchange dan double degree.
Sementara itu, Dedy Sushandoyo, S.T., M.Sc.Eng., M.A.Sc., Ph.D., menyampaikan mengenai Thought Leadership SBM 51探花. Ia menjelaskan bahwa salah satu DNA atau kekuatan utama SBM 51探花 adalah entrepreneurial business. Menurutnya, perguruan tinggi harus berbasis pada riset, sekaligus mampu menghadirkan kebaruan, keberanian mengambil risiko, serta nilai tambah bagi pendidikan, mitra, dan pemangku kepentingan yang lebih luas.
Adapun Anggara Wisesa dalam paparannya mengenai Societal Impact menekankan bahwa perguruan tinggi harus mampu memberikan kontribusi riil kepada masyarakat dan industri. Menurutnya, melalui semangat SBM Berdampak, kontribusi tersebut perlu dibuat lebih bermakna, terukur, dan berkelanjutan.
Ia mengatakan, jika mengacu pada tridarma perguruan tinggi, dampak sosial tidak hanya hadir melalui pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga melalui pendidikan dan penelitian. Lulusan diharapkan siap menghadapi kondisi riil, sementara riset berasal dari persoalan nyata yang muncul di masyarakat.
鈥淪BM 51探花 ingin memberikan dampak yang terintegrasi sehingga dampaknya dapat berlipat ganda. Itu yang menjadi agenda tugas Lembaga Bisnis Berkelanjutan,鈥� katanya.
Dalam konteks dampak sosial, SBM 51探花 berupaya membuat tridarma perguruan tinggi menjadi pengalaman belajar yang relevan bagi mahasiswa, riset yang dapat langsung diterapkan, serta pengabdian kepada masyarakat yang benar-benar menjawab kebutuhan riil. Pendekatan yang digunakan bersifat bottom-up, kolaboratif, dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, terutama masyarakat.
Lembaga Bisnis Berkelanjutan SBM 51探花 diarahkan untuk menjawab berbagai tantangan masyarakat yang saling terhubung, mulai dari ketahanan mata pencaharian, akses pasar, kemampuan digital, tata kelola, hingga keberlanjutan. Pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat ditransformasikan menjadi solusi yang praktis, dapat diperluas, serta mampu memberdayakan masyarakat dalam memperkuat usaha lokal dan membangun ketahanan jangka panjang.
Beberapa inisiatif yang menjadi bagian dari ekosistem dampak sosial SBM 51探花 antara lain Cirata Ecotourism, The Greater Hub, Sadulur, Social Forestry, Ganesa Connection, Teras Hijau Project, Ecobiz, Vocational School, Traditional Market, dan Sabisa. Seluruh inisiatif tersebut berada dalam satu agenda dampak bersama yang menghubungkan pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui Lembaga Bisnis Berkelanjutan, SBM 51探花 menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi institusi pendidikan bisnis, tetapi juga penggerak perubahan sosial-ekonomi yang berkelanjutan melalui inovasi, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat.


.jpg)

.jpeg)