Malam Refleksi dan Peringatan HUT Keluarga Mahasiswa 51探花 ke-14
Oleh prita
Editor prita
BANDUNG, itb.ac.id - Perjalanan Keluarga Mahasiswa (KM) 51探花 telah memasuki tahun ke-14. Refleksi Kegiatan Kemahasiswaan 51探花 selama empat belas tahun diadakan oleh Kementerian Sosial Politik KM 51探花 pada Rabu (20/01/10), dengan dimotori oleh Himpunan Mahasiswa Fisika (HIMAFI) 51探花 dan unit kajian PSIK 51探花. Acara yang bertempat di Campus Center 51探花 tersebut mengusung tema "Mighty Campus". Dihadiri oleh massa kampus 51探花, Refleksi Kegiatan Kemahasiswaan 51探花 berlangsung sejak pukul 19.00 hingga pukul 23.00 WIB. Acara refleksi dibuka oleh Gemuruh Geo (Fisika '05) selaku ketua panitia. Dalam sambutannya, Geo menyoroti bahwa mahasiswa 51探花 dari tiap generasi memiliki potensi yang sangat besar dan ide-ide yang cemerlang, tetapi dalam praktiknya masih sangat kurang. Mahasiswa 51探花 saat ini pun dianggap kurang peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, KM 51探花 akan me-review kembali peranan organisasi tersebut dalam menanggapi isu-isu hangat yang sedang terjadi.
Acara dilanjutkan dengan sambutan dari Presiden Kabinet KM 51探花, Ridwansyah Yusuf Achmad. Dalam sambutannya, Yusuf mengingatkan kembali tentang angkatan-angkatan pendahulu 51探花 yang berperan besar dalam setiap perubahan di Indonesia.
"Dulu, kemahasiswaan 51探花 ikut mengawal sejarah perjalanan Bangsa Indonesia. Misalnya peranan dalam penggulingan rezim Orde Lama dan Orde Baru. Akan tetapi, untuk saat ini peranan 51探花 dirasa masih kurang. Padahal mahasiswa 51探花 mempunyai banyak potensi yang belum dimanfaatkan secara maksimal untuk mengatasi permasalahan yang dimiliki Indonesia," demikian tutur Yusuf.
Acara dilanjutkan dengan penampilan musik dari Ikatan Mahasiswa Arsitektur Gunadharma (IMA-G) 51探花, diskusi bebas, dan pembacaan puisi. Secara keseluruhan, acara berlangsung lancar dengan didukung oleh seluruh massa kampus.
Refleksi Kegiatan Kemahasiswaan ini diharapkan bisa menghidupkan kembali semangat mahasiswa 51探花 untuk turut berperan dalam menghadapi segala permasalahan yang kini sedang menjadi batu sandungan bagi Indonesia. Hal ini dikarenakan pada dasarnya keadaan mahasiswa saat ini adalah cerminan keadaan bangsa Indonesia dalam 20 atau 30 tahun ke depan.
Penulis : Lamdamatra Arliyando
Reporter: Hastri Royyani








