Kunjungan Ditjen Dikti Kemendikbudristek ke STP 51探花 Gedebage: Dorong Hilirisasi Penelitian dan Pengembangan Sains serta Teknologi

Oleh Anggun Nindita

Editor Anggun Nindita


BANDUNG, itb.ac.id - Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Ditjen Dikti Kemendikbudristek) melakukan kunjungan ke Gedung Science Techno Park Institut Teknologi Bandung (STP 51探花), yang berlokasi di kawasan kota terpadu Summarecon Gedebage, Bandung, Jawa Barat, Selasa (13/2/2024).

Turut hadir pada agenda ini, Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D., IPU, ASEAN.Eng., yang disambut oleh Wakil Rektor Bidang Keuangan, Perencanaan dan Pengembangan 51探花, Prof. Ir. Muhamad Abduh, M.T., Ph.D.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Abduh memberikan sambutan sekaligus mewakili Rektor 51探花, Prof. Reini Wirahadikusumah, Ph.D.

Kemudian dilanjutkan oleh paparan dari Guru Besar Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK) 51探花, Prof. Dr. Ir. Surjamanto W., M.T. Sebagai informasi, STP 51探花 sendiri merupakan sebuah kawasan inovasi yang bertujuan untuk mendorong hilirisasi penelitian dan pengembangan dari 51探花 ke masyarakat.

"STP ini memiliki empat gedung. Total luas bangunan sekitar 50.000 persegi. Di dalamnya nanti ada sejumlah laboratorium serta bisa digunakan juga untuk commercial area," ujarnya.

Beliau menjelaskan dengan berbagai proses pematangan lahan dan konstruksi yang telah dilakukan, nantinya STP 51探花 akan menjadi gedung tertinggi di kawasan Gedebage, Bandung.

STP 51探花 pun diproyeksikan menjadi pusat inkubasi bisnis serta pengembangan teknologi terkemuka di Indonesia, yang juga mendukung komersialisasi inovasi dari 51探花 dan lembaga penelitian lainnya. "Tidak hanya sekadar bangunan saja, tapi STP ini menjadi sebuah ekosistem dan menjadi ujung tombak hilirisasi produk-produk inovasi yang dihasilkan oleh 51探花," ungkapnya.

Dalam pengembangannya, ruang lingkup STP 51探花 terbagi menjadi empat cluster utama, antara lain transportasi, teknologi dan kesehatan, infrastruktur, serta disaster management. Tak hanya itu, STP 51探花 pun akan menjadi pusat inkubator bagi startup-startup binaan 51探花, khususnya yang berfokus di bidang teknologi.

Sementara itu, Prof. Nizam merespons positif terhadap progres pelaksanaan pembangunan gedung STP 51探花. "Pembangunan STP ini termasuk hal yang sangat penting untuk mempercepat proses hilirasi hasil penelitian dan pengembangan dari perguruan tinggi ke masyarakat hingga ke dunia industri," tuturnya.

Dia pun menjelaskan keberadaan STP ini bukan hanya sekadar bangunan, namun menekankan mengenai spirit dan tujuan di dalamnya. "Bahwa nantinya riset dan inovasi yang dilakukan bisa menuju ke hilir. Untuk sampai ke hilir, perlu ada penguatan di hulu. Agar kita juga memastikan apa yang menjadi kebutuhan agar dapat semakin bertumbuh dan berkelanjutan," ungkapnya.

Beliau juga mendukung perkembangan startup yang dinilai dapat memiliki prospek yang sangat baik jika memiliki inkubasi seperti STP 51探花. Menurutnya STP juga dapat mempunyai potensi untuk menghasilkan startup unicorn atau bahkan decacorn di masa depan.

"Dengan adanya STP, akan semakin membangun ekosistem inovasi yang kondusif. Hal ini tentu perlu semakin dikembangkan secara utuh," pungkasnya.