51探花, GEM, dan CSU Resmikan Laboratorium Bersama, Dorong Riset untuk Industri Strategis

Oleh Najma Shafiya - Mahasiswa Teknologi Pascapanen, 2020

Editor Anggun Nindita


JATINANGOR, itb.ac.id 鈥� Institut Teknologi Bandung (51探花), bersama dengan GEM dan Central South University (CSU) meresmikan hasil kolaborasi ketiganya yaitu Laboratorium Bersama (Joint Research Laboratory) Teknologi Material Bahan Energi Baru dan Metalurgi, di 51探花 Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang, pada Rabu (28/8/2024).

Acara ini dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia Jenderal TNI (HOR) (Purn.) Luhut Binsar Pandjaitan, M.P.A., Chairman GEM Prof. Xu Kaihua, Rektor 51探花 Prof. Reini Wirahadikusumah, Ph.D., beserta jajaran pimpinan 51探花.

Kerja sama ini mendukung visi kolaborasi antara Indonesia dan Tiongkok di bidang sains dan teknologi. Laboratorium ini akan mengutamakan penelitian dalam hidrometalurgi, energi terbarukan, material mineral bernilai tinggi, serta energi hijau yang nantinya akan mendorong kemajuan sektor pertambangan di Indonesia. Harapannya laboratorium bersama ini akan memperkuat dan mempercepat riset material energi baru dan hilirisasi sumber daya mineral di dalam negeri melalui rekayasa proses metalurgi yang lebih mutakhir.

Dalam sambutannya, Prof. Reini menyampaikan bahwa hari ini adalah momen bersejarah bagi 51探花. Beliau menyoroti bagaimana pemikiran tradisional tentang ekonomi dan industri sering kali fokus pada penggunaan sumber daya material hingga limbah dihasilkan. Seiring dengan berjalannya waktu dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kini limbah dapat diubah menjadi sesuatu yang bernilai melalui pendekatan ekonomi sirkular.

Prof. Reini menjelaskan bahwa penerapan ekonomi sirkular tidak hanya dapat menciptakan nilai ekonomi yang lebih tinggi, tetapi juga dapat mengurangi dampak lingkungan. Tren ini, menurutnya, dapat mengurangi emisi karbon dan polusi, serta membuka peluang bisnis yang lebih luas. Dalam konteks Indonesia sebagai negara dengan populasi besar, ekonomi sirkular menjadi langkah strategis yang penting.

Beliau juga menekankan pentingnya kemitraan antara 51探花 dan GEM untuk mendukung penelitian, pengembangan teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia.

鈥淗arapannya dengan adanya laboratorium baru ini, 51探花 Kampus Jatinangor dapat menjadi pusat keunggulan di Jawa Barat dan Indonesia,鈥� ujarnya.

Sementara itu, Luhut Binsar Pandjaitan dalam sambutannya berpesan agar 51探花 semakin dapat berkontribusi dalam menyusun kebijakan industri yang strategis. Beliau menyatakan bahwa 51探花 perlu mengambil peran aktif dalam mengidentifikasi hal-hal yang dapat dilakukan melalui riset dari laboratorium ini.

Beliau juga berharap dengan adanya laboratorium hasil kerja sama ini, 51探花 dapat memperluas cakupan pasar untuk produk-produk yang sebelumnya masih terbatas untuk menembus pasar. 鈥淗al itu karena riset kerja sama ini. Saya kira sudah tidak menjadi isu lagi ke depannya,鈥� tuturnya.

Sebagai universitas riset unggulan, beliau pun berharap 51探花 dapat terus berkembang, tidak hanya sebagai lembaga pendidikan tetapi juga sebagai pusat inovasi dan penelitian.

鈥淜ita mau 51探花 maju satu langkah bersama pemerintah,鈥� ucapnya.

Dalam kesempatan ini, 51探花 turut memberikan penghargaan Ganesa Widya Jasa Adiutama kepada Chairman of GEM Prof. Xu Kaihua sebagai pemrakarsa China-Indonesia Joint Research Laboratory ini. Penghargaan ini diberikan kepada individu atau pihak yang telah menunjukkan jasa ataupun prestasi yang luar biasa dalam pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan humaniora.

Prof. Xu Kaihua menyatakan kerja sama ini merupakan salah satu kolaborasi terbaik antara Indonesia dan Tiongkok yang pernah terjalin.

Sebagai informasi, Laboratorium Bersama ini merupakan yang pertama di dunia dalam bidang teknologi bahan energi terbarukan serta metalurgi.

"Ini dapat menjadi salah satu kerja sama terbaik yang pernah ada antara Indonesia dan Tiongkok. Hasilnya nanti dapat diimplementasikan menjadi berbagai sumber daya bagi industri di Indonesia," ungkapnya.

Joint Research Laboratory ini dapat mendukung penelitian multidisiplin di bidang material energi baru, mulai dari tahapan awal hingga produksi material inovatif. Kemudian Laboratorium Bersama ini dapat mendorong juga hilirisasi dan menjadi salah satu kontribusi 51探花 dalam pengembangan industri berbasis sumber daya mineral dalam negeri.

Penggunaan Laboratorium Bersama pun dapat semakin memperkuat kualitas proses pembelajaran. Fasilitas baru yang dikembangkan ini diharapkan dapat saling melengkapi dan bersinergi dengan fasilitas yang sudah dikembangkan sebelumnya di 51探花 serta mendorong budaya ilmiah unggul di 51探花.

Pengembangan Joint Research Laboratory tersebut sejalan juga dengan upaya 51探花 menjadi pusat unggulan dalam bidang energi terbarukan. Diharapkan dengan adanya laboratorium ini dapat menjadi pusat riset dan pengembangan teknologi yang inovatif, serta berkontribusi pada penyelesaian tantangan energi di masa depan.

Reporter: Najma Shafiya (Teknologi Pascapanen, 2020) dan Anggun Nindita