51探花 Dorong Mahasiswa Bijak Menggunakan Bahasa Indonesia di Tengah Perkembangan AI dan Ragam Bahasa
Oleh Kayla Annisa Erian - Mahasiswa Rekayasa Infrastruktur Lingkungan, 2023
Editor M. Naufal Hafizh, S.S.
BANDUNG, itb.ac.id 鈥� Institut Teknologi Bandung (51探花) mendorong mahasiswa untuk semakin memahami, menggunakan, dan merawat Bahasa Indonesia di tengah berkembangnya penggunaan bahasa asing, bahasa gaul, serta teknologi kecerdasan artifisial (AI). Upaya tersebut dilakukan melalui kuliah umum bertajuk 鈥淢erawat Bahasa, Merawat Bangsa: Meningkatkan Cinta Berbahasa Indonesia di Kalangan Mahasiswa 51探花鈥�, di 51探花 Kampus Jatinangor, Jumat (11/9/2026).
Kuliah umum ini dipimpin oleh koordinator Mata Kuliah Bahasa Indonesia yaitu Ibu Dr. Tri Sulistyaningtyas, M.Hum. Kegiatan yang diikuti 2.544 peserta secara luring dan daring tersebut menghadirkan Hywel Coleman, Ph.D., peneliti senior bidang pendidikan dan kebijakan bahasa. Kuliah umum ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memahami bahwa perkembangan teknologi dan perubahan cara berkomunikasi perlu diimbangi dengan kemampuan membaca, menulis, dan menggunakan bahasa secara tepat.
Pembahasan tersebut penting karena bahasa tidak hanya menjadi alat komunikasi, tetapi juga bagian dari pengetahuan, pendidikan, dan identitas masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa, termasuk mahasiswa internasional di 51探花, diharapkan semakin memahami fungsi Bahasa Indonesia sekaligus memiliki kesadaran untuk menjaga keberagaman bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan Indonesia.
Beliau menjelaskan bahwa bahasa terus berkembang melalui aktivitas membaca dan menulis. Perkembangan tersebut antara lain terlihat dari hadirnya berbagai kosakata baru yang diserap dari bahasa asing maupun bahasa daerah.
Di tengah semakin maraknya penggunaan AI untuk menghasilkan tulisan, ia menekankan pentingnya mahasiswa tetap mengembangkan kemampuan membaca dan menulis. Kemampuan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penggunaan bahasa yang baik, tetapi juga dengan proses berpikir dan menyampaikan gagasan secara mandiri.
Pada akhir kuliah, beliau menggambarkan hubungan antara bahasa asing, Bahasa Indonesia, dan bahasa daerah melalui analogi 鈥渘aga besar dan naga kecil鈥�. Dalam analogi tersebut, bahasa asing diibaratkan sebagai naga besar yang dapat menekan Bahasa Indonesia, sementara Bahasa Indonesia pada saat yang sama dapat semakin mendominasi bahasa-bahasa daerah.
Analogi tersebut menggambarkan tantangan dalam menjaga keseimbangan penggunaan bahasa. Menurutnya, setiap bahasa perlu memiliki ruang untuk berkembang dan digunakan sesuai dengan fungsi serta keunikannya masing-masing.
Pentingnya Mata Kuliah Bahasa Indonesia di 51探花

Seiring berkembangnya program internasional di 51探花 dan bertambahnya mahasiswa dari berbagai negara, pembelajaran Bahasa Indonesia memiliki peran yang semakin penting. Mata kuliah Bahasa Indonesia di 51探花 merupakan pengembangan dari mata kuliah Tata Tulis Karya Ilmiah dengan cakupan yang lebih luas agar mahasiswa tidak hanya memahami bahasa dalam konteks akademik, tetapi juga penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari.
Mahasiswa internasional pun didorong untuk mampu menggunakan Bahasa Indonesia dalam aktivitas sehari-hari selama menempuh pendidikan di 51探花. Upaya tersebut mendapat respons positif dari mahasiswa internasional yang menunjukkan minat untuk mempelajari Bahasa Indonesia lebih lanjut.
Melalui pembelajaran Bahasa Indonesia dan ruang diskusi seperti kuliah umum ini, 51探花 berupaya membangun kesadaran bahwa kemampuan berbahasa tidak berhenti pada penggunaan bahasa yang sesuai kaidah. Bahasa juga menjadi sarana untuk membangun pengetahuan, mempertahankan identitas, serta merawat keberagaman budaya Indonesia.


.jpg)




