Dubes Republik Indonesia untuk Amerika Serikat Bahas Diplomasi Sains dan Teknologi dalam Kuliah Umum di 51探花

Oleh Andre Otniel Panggabean - Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota, 2022

Editor M. Naufal Hafizh, S.S.

BANDUNG, itb.ac.id 鈥� Institut Teknologi Bandung (51探花) menyelenggarakan kuliah umum Studium Generale pada Rabu (2/9/2026) di Sasana Budaya Ganesa (Sabuga), 51探花 Kampus Ganesha. Kegiatan tersebut menghadirkan Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Prof. Dr. Ir. Indroyono Soesilo, M.Sc., yang menyampaikan materi bertajuk 鈥淒iplomasi Sains dan Teknologi Indonesia-Amerika Serikat鈥�. Dalam kuliah tersebut, beliau membahas perkembangan hubungan Indonesia dan Amerika Serikat, mulai dari sejarah diplomasi kedua negara hingga pentingnya penguatan kerja sama di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, pendidikan, dan inovasi.

Prof. Indroyono menjelaskan bahwa Amerika Serikat memiliki peran dalam proses diplomasi internasional yang mengarah pada pengakuan kedaulatan Indonesia pada tahun 1949. Menurutnya, pengakuan tersebut merupakan hasil perjuangan panjang melalui diplomasi dan berbagai perundingan internasional setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tahun 1945. Ia juga mengingatkan bahwa kemerdekaan Indonesia diperoleh melalui perjuangan yang panjang dan penuh pengorbanan.

Selanjutnya, beliau menjelaskan bahwa Indonesia menjalankan politik luar negeri bebas aktif sebagaimana diamanatkan dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945. Prinsip tersebut diwujudkan melalui komitmen Indonesia dalam mendukung kemerdekaan setiap bangsa serta berpartisipasi aktif dalam menjaga perdamaian dunia, termasuk melalui keterlibatan dalam misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Selain itu, Indonesia juga terus berupaya menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara melalui ASEAN agar tetap menjadi kawasan yang aman dan kondusif bagi pembangunan.

"Kita sekarang adalah politik luar negeri bebas aktif. Pembukaan UUD 1945 mengamanatkan kita menolak segala bentuk penjajahan dan mendukung kemerdekaan setiap bangsa," ujar Prof. Indroyono.

Membahas hubungan Indonesia dan Amerika Serikat pada masa kini, Prof. Indroyono menjelaskan bahwa kerja sama kedua negara mencakup berbagai bidang, seperti ekonomi, pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, sosial budaya, hingga pertahanan. Menurutnya, salah satu kekuatan utama Amerika Serikat terletak pada budaya academic freedom yang memungkinkan berkembangnya kolaborasi ilmiah secara terbuka serta mendorong lahirnya berbagai inovasi.

Ia menambahkan bahwa Indonesia memiliki potensi besar melalui jumlah penduduk, kekayaan sumber daya alam, serta keberagaman budaya yang dimiliki. Oleh karena itu, hubungan kedua negara perlu dibangun melalui kerja sama yang saling menguntungkan (win-win partnership), sehingga mampu memperkuat kapasitas Indonesia sekaligus menghadirkan manfaat bagi kedua belah pihak.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Indroyono juga memaparkan berbagai peluang kolaborasi riset antara Indonesia dan Amerika Serikat. Menurutnya, kerja sama tersebut dapat dikembangkan pada berbagai bidang strategis, seperti kelautan, energi, mineral kritis, material maju, kecerdasan artifisial, kesehatan, hingga pangan. Ia menekankan bahwa keberhasilan inovasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas penelitian, tetapi juga oleh ekosistem yang mampu menghubungkan pemerintah, perguruan tinggi, industri, dan pendanaan riset sehingga hasil penelitian dapat dihilirisasikan menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Keunggulan Amerika Serikat adalah risetnya besar, universitasnya kuat, dan memiliki sistem yang cepat mengubah pengetahuan ilmiah menjadi produk. Ekosistem pemerintah, kampus, industri, dan modal ventura membuat inovasi berkembang sangat cepat," ujarnya.

Beliau juga menjelaskan bahwa saat ini terdapat berbagai peluang kolaborasi antara institusi Indonesia dan Amerika Serikat, baik melalui penelitian bersama maupun pengembangan talenta. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghasilkan sumber daya manusia yang mampu berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekaligus mendukung kebutuhan pembangunan nasional.

Prof. Indroyono mendorong mahasiswa 51探花 untuk berani memanfaatkan peluang kolaborasi internasional, baik melalui program riset bersama maupun studi lanjut di luar negeri. Ia mengajak mahasiswa untuk mulai membangun jejaring akademik sejak dini agar mampu berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra inovasi di tingkat global.

#itb #indroyono soesilo #studium generale #diplomasi sains #diplomasi teknologi #indonesia amerika serikat #kerja sama internasional #kolaborasi riset #sains dan teknologi #pendidikan tinggi #inovasi #hilirisasi riset #kecerdasan artifisial #energi #sdg 4 #pendidikan berkualitas #sdg 9 #industri inovasi dan infrastruktur #sdg 16 #perdamaian keadilan dan kelembagaan yang tangguh #sdg 17 #kemitraan untuk mencapai tujuan