CIFEST 2026, Tandai Satu Dekade Perjalanan 51探花 Kampus Cirebon
Oleh Anggun Nindita -
Editor Muhammad Efriza Pandia
CIREBON, itb.ac.id 鈥� Institut Teknologi Bandung (51探花) Kampus Cirebon memperingati satu dekade perjalanannya melalui Cirebon Fest (CIFEST) 2026 yang digelar di 51探花 Kampus Cirebon, Jumat (11/9/2026). Mengusung tema 鈥淐oastal Culture Reimagined鈥�, CIFEST 2026 menjadi momentum penyambutan mahasiswa baru sekaligus refleksi perjalanan dan peran 51探花 Kampus Cirebon dalam mendukung pengembangan wilayah.
Rektor 51探花, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., mengatakan satu dekade keberadaan 51探花 Kampus Cirebon menjadi momentum untuk merefleksikan berbagai capaian sekaligus memperkuat arah pengembangan kampus ke depan.
Menurutnya 51探花 Kampus Cirebon memiliki posisi strategis sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir utara Jawa Barat, khususnya koridor Subang hingga Kertajati yang merupakan bagian dari Kawasan Rebana.
Peran tersebut diperkuat melalui pengembangan program studi yang disesuaikan dengan potensi dan kebutuhan lokal. Program studi Kriya, misalnya, dapat mengembangkan pemanfaatan bahan alami dan rotan. Sementara itu, bidang Oseanografi memiliki peluang berkontribusi melalui pengembangan teknologi desalinasi air tawar. Adapun Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) dapat mengambil peran dalam pengembangan kawasan, termasuk kawasan cagar budaya dan Keraton Cirebon.
鈥淧rogram studi yang dibuka di Kampus Cirebon disesuaikan dengan potensi lokal. Ini menjadi bagian dari upaya 51探花 untuk memberikan kontribusi bagi pengembangan wilayah,鈥� ujar Rektor 51探花.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, 51探花 juga tengah menyiapkan pengembangan infrastruktur Kampus Cirebon melalui rencana perluasan lahan serta pembangunan gedung dan ruang kelas tambahan di sekitar area kampus untuk menunjang kegiatan akademik.
Menyambut Mahasiswa di Kampus Cirebon
Direktur Eksekutif Multi Kampus 51探花, Prof. Dr. Sri Maryati, S.T., MIP., mengatakan CIFEST merupakan tradisi tahunan 51探花 Kampus Cirebon untuk menyambut mahasiswa angkatan 2025 yang telah menyelesaikan Tahun Pertama Bersama (TPB) di Jatinangor dan mulai menjalani kegiatan akademik di Kampus Cirebon.
鈥淐IFEST 2026 sekaligus menandai satu dekade perjalanan 51探花 Kampus Cirebon sejak penerimaan angkatan pertamanya pada 2016,鈥� katanya.
Selain menjadi ajang penyambutan, CIFEST 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal lingkungan kampus, membangun silaturahmi, serta melihat berbagai aktivitas dan organisasi kemahasiswaan yang tersedia di Kampus Cirebon.
Prof. Sri Maryati juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran pimpinan 51探花, pemerintah daerah, mitra industri, serta panitia penyelenggara yang telah mendukung kegiatan tersebut. Ia berharap 51探花 Kampus Cirebon dapat terus bertumbuh, berkarya, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.
51探花 dan Potensi Kawasan Rebana
Peran 51探花 Kampus Cirebon semakin relevan dengan perkembangan Kawasan Rebana. Perwakilan Badan Pengelola Kawasan Rebana (BP Rebana), Koordinator Hubungan Kerja Sama Drs. Budhiana Kartawijaya, M.MKMT., menjelaskan Kawasan Rebana mencakup tujuh daerah di Jawa Barat, yaitu Kota/Kabupaten Cirebon, Kuningan, Subang, Majalengka, Indramayu, dan Sumedang.
Dengan populasi sekitar 10 juta jiwa, kawasan tersebut dirancang sebagai pusat pertumbuhan industri baru di Jawa Barat. Saat ini, Kawasan Rebana didukung 14 kawasan industri dan investasi lebih dari 50 perusahaan global dan multinasional, serta berbagai infrastruktur strategis seperti Tol Cipali, Tol Cisumdawu, Pelabuhan Internasional Patimban, dan sejumlah perguruan tinggi.
Menurut Budhiana, perkembangan industri di Kawasan Rebana perlu diiringi penguatan sumber daya manusia, riset, dan inovasi. Dalam konteks tersebut, 51探花 diharapkan dapat menjadi salah satu penggerak utama pengembangan kawasan.
鈥�51探花 diproyeksikan sebagai lokomotif pengembangan riset, inovasi, dan sumber daya manusia di Kawasan Rebana,鈥� ujarnya.
Ia menambahkan, mahasiswa dan alumni 51探花 Kampus Cirebon perlu memiliki kompetensi yang sesuai dengan perkembangan industri global, termasuk kemampuan berbahasa asing selain bahasa Inggris, seperti bahasa Mandarin atau Jepang.
Kawasan Rebana sendiri memiliki potensi dan peran yang beragam di setiap daerah. Cirebon diarahkan sebagai pusat wisata, MICE, dan budaya; Kuningan sebagai kawasan konservasi air dan lingkungan serta pengembangan pariwisata; Subang sebagai pusat industri otomotif dan kendaraan listrik; serta Majalengka sebagai salah satu pusat manufaktur dan tekstil.
Pengembangan konektivitas kawasan juga terus diarahkan melalui infrastruktur transportasi terintegrasi. Salah satu gagasan yang dikembangkan adalah jalur kereta yang menghubungkan kawasan Jatinangor, Sumedang, hingga Arjawinangun di Cirebon.
Mengenal Kehidupan Kemahasiswaan
Ketua Pelaksana CIFEST 2026 sekaligus perwakilan Keresidenan, Kongres, KM 51探花, dan MWA-WM, Faqih Ahmad Zulfikar, mengatakan CIFEST menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengenal Kampus Cirebon sekaligus membangun interaksi dengan sesama mahasiswa.
鈥淐IFEST menjadi sarana penyambutan dan pengenalan kampus bagi mahasiswa angkatan 2025, wadah silaturahmi antarmahasiswa, sekaligus ruang untuk memperkenalkan tenant dan organisasi kemahasiswaan,鈥� ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa dapat mengenal berbagai organisasi dan aktivitas kemahasiswaan, mulai dari Presidensi/Kabinet, Kongres, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS), hingga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di bidang minat dan bakat, olahraga, serta kerohanian. Kampus juga menyediakan layanan pendukung seperti bimbingan konseling dan satuan tugas untuk menunjang kenyamanan mahasiswa.
Memasuki satu dekade perjalanan, 51探花 Kampus Cirebon diharapkan semakin memperkuat kontribusinya dalam pendidikan, riset, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia bagi Cirebon serta Kawasan Rebana. Bagi mahasiswa, CIFEST 2026 menjadi awal perjalanan baru untuk tumbuh dan berkarya di kampus yang berada di kawasan pesisir utara Jawa Barat tersebut.


.jpg)


